//----------------------------------------

Slick RSS

Hong Kong
13°C
Hong Kong 13°C | Frankfurt 2°C | Amsterdam 2°C | New York 13°C | Tokyo 5°C | Jakarta 25°C | Los Angeles 14°C | Seoul -1°C | Riyadh 23°C | Kuwait 21°C | Singapore 26°C

IMC Network

Copyright

© 2010 by IMC Broadcasting

 Yayasan Komunikasi Bersama

Web Visitor

0047361

General Contact:  E-mail:  broadcast@imcmedia.org     LIVE Broadcast : Telephone:  8170 2900   Mobile Phone:  SMS 9730 1674   Skype:  imcmedia

 

Ingin mendengarkan siaran IMC melalui HP? No Problem !  Silahkan klik di sini 

IMC Broadcasting
Rabu Abu
Artikel Rohani - Renungan Wasiat
Tuesday, 02 March 2010 07:49

Yunus 3:1-10

 

“... sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” 

(Kej. 3:19)

Tidak ada yang abadi di dunia ini. Segala sesuatu fana. Kefanaan inilah yang menjadi tema di dalam Ibadah Rabu Abu. Rabu Abu merupakan 40 hari sebelum Paska dan menjadi pembukaan masa Prapaska.

Abu merupakan benda yang tidak asing bagi bangsa Israel. Abu digunakan sebagai simbol pertobatan dan penyesalan. Di dalam Yunus 3:1-10, tatkala penghukuman Tuhan diberitakan kepada bangsa Niniwe, mereka menanggapinya dengan mengenakan kain kabung. Bahkan Raja Niniwe tanpa segan-segan meninggalkan singgasananya untuk duduk di atas abu. Sebuah pertobatan yang bukan hanya berhenti pada pengakuan. Apa yang dilakukan oleh raja dan rakyat Niniwe menunjukkan bahwa pertobatan adalah perubahan sikap hidup. Perubahan sikap hidup ini adalah dampak dari pengampunan yang diberikan oleh Allah, Sang Pemberi Hidup. 

Abu juga menjadi sebuah gambaran bahwa hidup manusia pun akan kembali menjadi debu dan abu. Jika manusia akan kembali menjadi debu dan abu, maka pilihan yang semestinya dipilih adalah hidup dalam pertobatan. Pertobatan dan perubahan hidup inilah yang dilakukan oleh bangsa Niniwe.

Dalam pembukaan masa Prapaska, umat Tuhan diajak untuk menghayati bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Penghayatan ini seharusnya dilaksanakan dengan hidup dalam pertobatan. Pertobatan yang bukan hanya teori, tetapi sikap hidup.

 

REFLEKSI:

Hidup yang berkualitas di mata Tuhan adalah hidup yang dijalani dalam pertobatan.

 
>
More on: typetextcss and css
HTML uploaded by FREE GoFTP Client