<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IMC Broadcasting</title>
	<atom:link href="http://www.imcmedia.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.imcmedia.org</link>
	<description>imc, broadcasting, media, indonesia, radio, saran, rohani, renungan, artikel, khotbah, gereja, pujian, penyembahan, konseling, informasi, berita terkini, wasiat, keluarga, umum, pendengar, imc, teknologi, kata, bijak</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 03:03:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mengapa Selalu Ada Salib?</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/02/mengapa-selalu-ada-salib/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/02/mengapa-selalu-ada-salib/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 16:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[salib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=1800</guid>
		<description><![CDATA[ 1 Korintus 1:18-24 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1Kor. 1:18) “Mengapa orang Kristen menyembah simbol Salib? Apakah mereka tidak sedang memberhalakan Salib? Simbol Salib ada di mana-mana dalam kehidupan mereka, termasuk di gedung gereja tempat ibadah mereka.” Demikian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> 1 Korintus 1:18-24</p>
<p align="center"><em>Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1Kor. 1:18)</em></p>
<p style="text-align: justify">“Mengapa orang Kristen menyembah simbol Salib? Apakah mereka tidak sedang memberhalakan Salib? Simbol Salib ada di mana-mana dalam kehidupan mereka, termasuk di gedung gereja tempat ibadah mereka.” Demikian komentar seorang non-Kristen.</p>
<p style="text-align: justify">Simbol Salib memang merupakan simbol sentral dalam kehidupan kekristenan; sentral tetapi tidak untuk disembah atau dikultuskan. Orang Kristen menyembah Allah yang Esa, yang kehadirannya kita percayai dalam pemahaman Trinitas. Jika ada banyak simbol Salib, hal itu dimaksudkan untuk selalu mengingatkan betapa pentingnya karya keselamatan melalui salib Yesus. Peristiwa penyaliban merupakan hukuman untuk seseorang yang dianggap melakukan kesalahan yang sangat berat. Jika Yesus menjalani itu, ia tidak sedang menerima hukuman atas kesalahannya, melainkan menanggung kesalahan kita yang besar agar kita mengalami keselamatan.</p>
<p style="text-align: justify">Salib yang terpampang di gedung gereja atau di tempat lain itu bukan sekadar hiasan. Salib juga bukan untuk disembah. Salahlah jika seseorang memagiskan Salib seakan-akan pada dirinya Salib itu memiliki kuasa. Saat kita memandang Salib, tujuannya adalah supaya kita selalu ingat dan menghayati betapa besar pengorbanan Yesus untuk menyelamatkan kita dan menerima kita kembali sebagai umat Tuhan. Selain itu, kita juga diingatkan untuk merespons karya agung itu dengan menjadi orang Kristen yang bertanggung jawab.</p>
<p align="center"><strong>DOA:</strong></p>
<p style="text-align: center">Ya Tuhan, ajar kami agar kami sungguh-sungguh menghayati karya penyelamatan-Mu. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/02/mengapa-selalu-ada-salib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Mempengaruhi Atau Dipengaruhi?</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/02/lebih-mempengaruhi-atau-dipengaruhi/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/02/lebih-mempengaruhi-atau-dipengaruhi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 16:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[mempengaruhi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=1798</guid>
		<description><![CDATA[Bilangan 13:1–3; 25-30 “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”(Bil.13:30) Manusia memiliki kecenderungan suka meniru orang lain. Mulai dari makanan, gaya hidup, cara berpakaian, berbahasa, dan juga pola pikir banyak yang dipengaruhi oleh orang lain. Banyak kaum muda yang mengidolakan sebuah grup musik mengubah penampilan mereka. Mulai dari potongan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Bilangan 13:1–3; 25-30</p>
<p align="center"><em>“Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”(Bil.13:30)</em></p>
<p style="text-align: justify">Manusia memiliki kecenderungan suka meniru orang lain. Mulai dari makanan, gaya hidup, cara berpakaian, berbahasa, dan juga pola pikir banyak yang dipengaruhi oleh orang lain. Banyak kaum muda yang mengidolakan sebuah grup musik mengubah penampilan mereka. Mulai dari potongan rambut, warna dan desain pakaian, hingga aksesori lain yang dikenakan oleh idolanya semua diikutinya. Ketika ditanya mengapa mereka melakukan itu, jawaban mereka adalah supaya mereka bisa menjadi hebat seperti idolanya.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam sistem demokratis, suara terbanyak adalah yang dipilih dan diikuti. Jika ada dua belas orang terbagi menjadi dua pendapat, kelompok pertama terdiri dari sepuluh orang dan kelompok kedua terdiri dari dua orang, mana pendapat yang diikuti? Kaleb dan Yosua adalah dua orang yang berbeda pendapat dengan sepuluh orang pengintai lainnya. Secara demokratis mereka berdua tentu kalah. Namun, mereka berdua tetap menyuarakan pendapatnya. Bukan karena merasa diri benar, tetapi karena meyakini pekerjaan Tuhan yang sudah sekian lama mereka ikuti. Alhasil, mereka berdua inilah yang menggerakkan bukan hanya sepuluh orang pengintai yang lain, namun juga seluruh Israel.</p>
<p style="text-align: justify">Ada banyak pemikiran di tengah-tengah kita yang sebagian merupakan pengaruh orang-orang dunia. Sebagai orang beriman dan merasa diri terbatas, apakah kita akan ikut terbawa arus gelombang pengaruh dunia itu, ataukah kita berani memulai dan menularkan semua hal baik kepada sesama kita?</p>
<p align="center"><strong>DOA:</strong></p>
<p style="text-align: center">Bimbing kami, ya Tuhan, agar kami rajin menularkan hal-hal yang baik kepada setiap orang yang kami jumpa. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/02/lebih-mempengaruhi-atau-dipengaruhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekuasaan</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/02/kekuasaan/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/02/kekuasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 16:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=1796</guid>
		<description><![CDATA[ 1 Samuel 15:1–3; 20-23 “&#8230; sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel.” (1Sam. 15:26) Hosni Mubarak dan Moammar Khadafy adalah dua contoh pemimpin negara yang berusaha mati-matian mempertahankan kekuasaannya. Mubarak sudah memimpin selama 30 tahun sebelum diturunkan oleh rakyat, sedangkan Khadafy lebih dari 40 tahun. Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> 1 Samuel 15:1–3; 20-23</p>
<p align="center"><em>“&#8230; sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel.” (1Sam. 15:26)</em></p>
<p style="text-align: justify">Hosni Mubarak dan Moammar Khadafy adalah dua contoh pemimpin negara yang berusaha mati-matian mempertahankan kekuasaannya. Mubarak sudah memimpin selama 30 tahun sebelum diturunkan oleh rakyat, sedangkan Khadafy lebih dari 40 tahun. Saat ada yang menentang, mereka ini berusaha keras untuk menyisihkan para penentangnya dengan cara kekerasan. Ada banyak korban meninggal oleh karena kekerasan para penguasa ini.</p>
<p style="text-align: justify">Saul diurapi Tuhan untuk menjadi raja atas bangsa Israel. Ia disertai oleh Roh Tuhan dalam menjalankan kepemimpinannya. Tuhan juga menghadirkan Samuel, seorang nabi yang dipakai Tuhan untuk membimbing Saul. Namun, apa yang terjadi? Saul ternyata lebih suka melakukan banyak hal menurut pemikirannya sendiri. Ia juga tidak mau berubah ketika diperingatkan bahwa apa yang dilakukannya salah. Tuhan akhirnya menolak Saul sebagai raja Israel. Sekalipun Saul berusaha mati-matian mempertahankannya, pada akhirnya ia mati dan kehilangan kekuasaan dan kemuliaannya.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam lingkup yang lebih kecil, banyak orang melakukan hal yang mirip dengan apa yang mereka dilakukan: menyalahgunakan kekuasaan untuk tujuan yang sempit, yaitu memuaskan keinginan pribadi. Padahal, kekuasaan itu artinya adalah kepercayaan. Kepemimpinan adalah juga pengutusan dari Tuhan. Jika kita mendapatkannya, mestinya bukan sekadar untuk memuaskan diri atau kebanggaan kita. Tuhan ingin agar kita memberi manfaat kepada banyak orang.</p>
<p align="center"><strong>DOA:</strong></p>
<p style="text-align: center">Ya Tuhan, seberapa pun kekuasaan kami, jadikan kehadiran kami bermanfaat bagi banyak orang. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/02/kekuasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Umum Yang Salah</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/02/pandangan-umumyang-salah/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/02/pandangan-umumyang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 16:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=1794</guid>
		<description><![CDATA[Yeremia 9:23-26 “Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi &#8230;.” (Yer. 9:24) “Jangan pernah pulang ke kampungmu sebelum engkau sukses!” Demikianlah ungkapan yang banyak dipegang oleh mereka yang menjadi perantau. Ungkapan ini melecut mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Yeremia 9:23-26</p>
<p align="center"><em>“Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi &#8230;.” </em></p>
<p align="center"><em>(Yer. 9:24)</em></p>
<p style="text-align: justify;">“Jangan pernah pulang ke kampungmu sebelum engkau sukses!” Demikianlah ungkapan yang banyak dipegang oleh mereka yang menjadi perantau. Ungkapan ini melecut mereka untuk berusaha lebih keras. Namun, ungkapan ini tidak jarang diartikan dengan cara yang salah kaprah. Segala cara dihalalkan untuk mendapatkan kesuksesan, yang tentu saja ukurannya adalah uang. Mereka mendapatkan kebanggaan jika dilihat orang sekampungnya bahwa mereka telah sukses secara materi, tidak penting bagaimana cara memperoleh materi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Tuhan di Kitab Yeremia: janganlah orang bermegah oleh karena keadaan tertentu! Janganlah kita membuat kesimpulan dengan membanggakan sesuatu yang kita peroleh atau miliki saat ini. Namun, berbanggalah jika kita bisa mengenal Tuhan yang menghadirkan kasih setia, keadilan, dan kebenaran di bumi. Itulah yang berkenan bagi Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat di sekitar kita tidak selalu memberikan rujukan yang benar kepada kita. Sebagai orang beriman, kita harus berani memiliki sikap kritis. Kita harus memilih dan menimbangnya, apakah rujukan mereka itu sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak. Sikap inilah yang harus dimiliki oleh setiap orang Kristen. Jangan biarkan diri kita dihanyutkan dan tenggelam oleh arus dan gelombang dunia. Jangan biarkan diri kita disesatkan oleh rujukan dunia yang salah. Kualitas kehidupan kita terutama ditentukan oleh relasi kita dengan Tuhan, dan bukan oleh dunia.</p>
<p align="center"><strong>DOA:</strong></p>
<p style="text-align: center;">Tuhan, mampukan kami untuk menimbang segala perkara dunia ini sehingga kami tidak mengikuti cara yang salah dari mereka. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/02/pandangan-umumyang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan Sejati</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/02/kebahagiaan-sejati/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/02/kebahagiaan-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 16:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=1792</guid>
		<description><![CDATA[Matius 13:44-46 “Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Mat. 13:46) Orang mencari kebahagiaan dengan melakukan cara yang berbeda-beda. Ada orang mencari kebahagiaan dengan mengumpulkan kekayaan sebanyak mungkin. Bagi orang ini, kekayaan tampaknya lebih utama dibanding keselamatan jiwanya. Ada orang yang merasa bahagia dengan mengikuti berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Matius 13:44-46</p>
<p align="center"><em>“Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”</em><em> </em><em>(Mat. 13:46)</em></p>
<p style="text-align: justify">Orang mencari kebahagiaan dengan melakukan cara yang berbeda-beda. Ada orang mencari kebahagiaan dengan mengumpulkan kekayaan sebanyak mungkin. Bagi orang ini, kekayaan tampaknya lebih utama dibanding keselamatan jiwanya. Ada orang yang merasa bahagia dengan mengikuti berbagai kegiatan organisasi yang menghabiskan waktu. Ada juga orang yang memperoleh kesenangan dengan menghambur-hamburkan uang. Sekalipun memiliki utang banyak, bagi orang ini, jauh lebih penting menikmati hidup dengan kesenangannya. Bagaimana menurut Anda? Apa hal yang paling bisa membahagiakan Anda?</p>
<p style="text-align: justify">Tuhan Yesus menjelaskan bahwa orang yang menemukan Kerajaan Surga mendapatkan sukacita yang tidak tergantikan oleh apa pun di dunia ini. Tuhan Yesus bahkan menggambarkan betapa orang yang menemukan Kerajaan Surga itu akan melakukan apa pun, bahkan menjual apa pun yang dimilikinya untuk memperoleh apa yang ditemukannya itu.</p>
<p style="text-align: justify">Sudahkah Anda menemukan Kerajaan Surga itu dalam hidup Anda? Ataukah Anda masih mencari sesuatu yang lain, yang menurut Anda lebih membahagiakan? Renungkan sejenak bacaan Matius 13:44–46 hari ini. Tuhan Yesus bukan hanya Juruselamat dan Anak Allah. Ia adalah guru terbaik dalam membimbing kehidupan manusia. Ajaran-Nya jauh lebih bernilai daripada emas. Nasihat-Nya bukan pepesan kosong. Jika Anda ingin sungguh-sungguh bahagia, temukanlah Kerajaan Surga itu dalam hidup Anda.</p>
<p align="center"><strong>DOA:</strong></p>
<p style="text-align: center">Bimbing hati kami, ya Tuhan, supaya kami sungguh-sungguh menghayati dan menemukan Kerajaan Surga itu. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/02/kebahagiaan-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Bukan Obyek</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/02/wanita-bukan-obyek/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/02/wanita-bukan-obyek/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 03:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chres Fery Toisuta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=1840</guid>
		<description><![CDATA[1 Petrus 3:7 , Firman Tuhan berkata :” hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.” Ada sebuah cerita yang mengisahkan tentang perjalanan seorang musafir di Afrika Utara. Musafir ini mengamati bahwa sebelum perang meletus, para isteri berjalan di belakang suaminya sebagai tanda menghormati suami mereka. Pada saat itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1 Petrus 3:7</strong> , Firman Tuhan berkata :” hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.”</p>
<p>Ada sebuah cerita yang mengisahkan tentang perjalanan seorang musafir di Afrika Utara. Musafir ini mengamati bahwa sebelum perang meletus, para isteri berjalan di belakang suaminya sebagai tanda menghormati suami mereka. Pada saat itu memang laki-laki lebih “terhormat” daripada wanita. Namun setelah perang usai, pemandangan itu berubah seratus delapan puluh derajat. Musafir itu melihat para isteri berjalan di depan, sementara para suami di belakang mereka. Melihat perubahan budaya menjadi “ladies first” tersebut, si musafir member selamat kepada kepala sukunya. Kepala sukunya menjawab, “Ya. Ini suatu hal yang bagus. Di seluruh daerah ini masih terdapat banyak ranjau darat yang belum meledak.”</p>
<p>Hahaha.. membaca cerita ini saya jadi geli, ternyata hal itu dilakukan bukan untuk menghargai para wanita tapi mencari amannya sendiri dengan mengorbankan mereka. Anda mungkin melihat ini hanya sebagai humor saja tapi pada kenyataannya praktik-praktik seperti itu tetap saja terjadi. Wanita dianggap sebagai makhluk <em>second class</em>, tak jarang wanita dijadikan”obyek” bukan “subyek”.</p>
<p>Di dalam dunia ini kita tahu bahwa Tuhan tidak menganggap bahwa pria lebih utama atau lebih penting dari pada wanita. Di dalam alkitab juga tidak hanya menceritakan kaum pria yang luar biasa tetapi juga tentang wanita-wanita yang luar biasa dan mengubah sejarah seperti Debora, Ester, Maria Magdalena dan masih banyak lagi yang lain.</p>
<p>Saya pernah mendengar seorang pengkotbah yang <em>expert</em> dalam dunia keluarga berkata “kemuliaan sang suami bisa dilihat dari isterinya” artinya <em>The whole live</em> sang suami dapat dinilai dari isterinya. Lihatlah isterinya dan apa respon isterinya tentang suaminya maka anda akan mendapatkan data yang akurat tentang pria tersebut.</p>
<p>Wanita bukan obyek, sudah saatnya kita melihat wanita adalah subyek yang harus dihargai. Pria, hargailah wanita, dan para wanita, temukanlah jati diri anda yang luar biasa dan hormatilah kaum pria. Jadilah  pria dan wanita yang luar biasa di dalam Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/02/wanita-bukan-obyek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perangkap Berbahaya</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/02/perangkap-berbahaya/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/02/perangkap-berbahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 16:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[jalan pintas]]></category>
		<category><![CDATA[mengandalkan Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=1790</guid>
		<description><![CDATA[ Imamat 20:1-7 “Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.” (Im. 20:7) Seorang pemuda berusia di atas kepala tiga. Ia belum juga mendapatkan jodoh yang diimpikannya. Menurut teman-temannya, wajah dan postur pemuda ini sebenarnya tidak jelek. Ia juga memiliki pekerjaan yang cukup mapan. Dalam keputusasaannya, suatu hari seorang temannya menyodorkan sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Imamat 20:1-7</p>
<p align="center"><em>“Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.” (Im. 20:7)</em></p>
<p style="text-align: justify">Seorang pemuda berusia di atas kepala tiga. Ia belum juga mendapatkan jodoh yang diimpikannya. Menurut teman-temannya, wajah dan postur pemuda ini sebenarnya tidak jelek. Ia juga memiliki pekerjaan yang cukup mapan. Dalam keputusasaannya, suatu hari seorang temannya menyodorkan sebuah koran yang di dalamnya terdapat iklan berbunyi: “Sulit menemukan jodoh &#8230; hubungi paranormal X”. Pemuda ini bingung. Perasaan antusias dan takut bercampur aduk di dalam hatinya.</p>
<p style="text-align: justify">Mencari jalan pintas ke dukun atau paranormal dan sejenisnya bukanlah sesuatu yang baru. Hal seperti ini sudah diperingatkan dalam Imamat 20:1–7. Ini adalah perangkap yang berbahaya. Tuhan menginginkan kita percaya dan setia kepada-Nya. Tuhan tidak menghendaki kita berpaling dari-Nya dengan mencari solusi instan yang dapat menjerat diri kita sendiri kepada kecelakaan dan kemalangan. Menjaga kekudusan dan memperoleh yang terbaik –inilah janji Tuhan yang akan ditepati-Nya.</p>
<p style="text-align: justify">Banyak persoalan hidup yang sering membuat kita merasa frustrasi dan ingin menyerah. Beratnya persoalan juga menggoda kita untuk mencari solusi instan, namun hal itu tidak berkenan bagi Tuhan. Kita harus yakin bahwa hal itu bukan hanya tidak berkenan bagi Tuhan, namun juga merugikan diri kita sendiri. Jangan ambil pilihan itu! Berpikir pun jangan pernah! Hanya orang yang tetap percaya kepada Tuhan dan setia menjaga kekudusan yang pada akhirnya akan menjadi pemenang.</p>
<p align="center"><strong>DOA:</strong></p>
<p style="text-align: center">Ya Tuhan, jika Engkau mengizinkan kami mengalami persoalan, tolonglah kami supaya kami kuat dan hanya mengandalkan Engkau. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/02/perangkap-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanggung Jawab Terhadap Panggilan II</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/02/tanggung-jawab-terhadap-panggilan-ii/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/02/tanggung-jawab-terhadap-panggilan-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 06:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=1834</guid>
		<description><![CDATA[Firman Allah : Efesus 4:1-16 Oleh Pdt. Eliana Kusmanto Rasul Paulus sebagai penulis surat ini menasehatkan kepada jemaat (orang-orang percaya) di Efesus supaya hidup berpadanan dengan panggilan dari Tuhan. Jika dilihat dari latar belakang Paulus sebelum berjumpa secara pribadi dengan Kristus, hidupnya sangat menentang kekristenan. Dia sangat bersemangat membinasakan setiap orang yang beriman kepada Kristus. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Firman Allah : Efesus 4:1-16</p>
<p>Oleh Pdt. Eliana Kusmanto</p>
<p>Rasul Paulus sebagai penulis surat ini menasehatkan kepada jemaat (orang-orang percaya) di Efesus supaya hidup berpadanan dengan panggilan dari Tuhan. Jika dilihat dari latar belakang Paulus sebelum berjumpa secara pribadi dengan Kristus, hidupnya sangat menentang kekristenan. Dia sangat bersemangat membinasakan setiap orang yang beriman kepada Kristus. Salah satu contoh yang tercatat dalam Alkitab adalah ketika dia menyaksikan langsung Stefanus dirajam dengan batu sampai mati. Semua itu ia lakukan karena keyakinannya terhadap ajaran lama yang dia pegang. Namun setelah berjumpa dan menyatu dengan pribadi Yesus Kristus, setelah meresponi panggilan Allah atas dirinya, ia bisa memperlihatkan perubahan hidup yang bertolak belakang dengan sebelumnya. Paulus begitu giat dalam memberitakan, menyatakan kabar keselamatan dari Tuhan kepada banyak orang. Hidupnya sungguh menampilkan kepadanan dengan panggilan yang ia dapatkan.</p>
<p>Saat ia berada di penjara karena Tuhan, ia menasehatkan orang-orang percaya di Efesus melalui surat. Dalam nats ini setidaknya kita bisa melihat dua hal, pertama, harus berpadanan dengan panggilan. Beberapa contoh disebutkan dalam ayat 2-7 antara lain: rendah hati, lemah lembut, sabar, menyatakan kasihmu dengan membantu satu sama yang lain, berusaha hidup dengan damai agar kesatuan dalam jemaat tetap terpelihara. Pengikatnya adalah Roh Allah yang ada dalam setiap orang percaya.  Jika melihat daftar sifat dan hal yang harus dilakukan khususnya dalam hal memelihara kesatuan Roh mengindikasikan bahwa orang Kristen dipersatukan oleh panggilan Allah yang didasarkan pada satu tubuh, satu Roh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa (ay.4-6). Jika ini terus terpelihara maka implikasinya tidak akan terjadi perpecahan dalam tubuh Kristus (dalam gereja). Allah memanggil kita untuk menjadi satu, dan kesatuan itu harus dinyatakan dalam praktik hidup sehari-hari.</p>
<p>Kedua, harus bertumbuh./menjadi dewasa (ay.14-15). Tanda kedewasaan rohani dalam ayat ini tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran sesat yang melemahkan iman kepada Kristus. Teguh berpegang kepada kebenaran Tuhan. Dengan kata lain orang yang dewasa rohaninya, ia harus memiliki iman yang teguh dan terus menjadikan Yesus Kristus sebagai pegangan hidupnya. Karena itu saudara, marilah kita hidup berpadanan sesuai dengan panggilan Allah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/02/tanggung-jawab-terhadap-panggilan-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaya Dan Masuk Surga</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/02/kaya-dan-masuk-surga/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/02/kaya-dan-masuk-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 16:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=1788</guid>
		<description><![CDATA[ Yakobus 5:1-6 Jadi, sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! (Yak. 5:1) Di awal abad ke-20, Amerika memiliki sejumlah orang kaya. Di antara mereka adalah: Charles Schwab direktur perusahaan baja, Samuel Insull direktur perusahaan alat rumah tangga, Howard Hopson direktur perusahaan gas, Richard Whitney direktur bursa saham New [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Yakobus 5:1-6</p>
<p align="center"><em>Jadi, sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! (Yak. 5:1)</em></p>
<p style="text-align: justify">Di awal abad ke-20, Amerika memiliki sejumlah orang kaya. Di antara mereka adalah: Charles Schwab direktur perusahaan baja, Samuel Insull direktur perusahaan alat rumah tangga, Howard Hopson direktur perusahaan gas, Richard Whitney direktur bursa saham New York, Albert Fall anggota kabinet presiden, Jesse Livermore investor sukses di Wall Street, dan Ivan Kreuger “raja korek api”. Namun, apa yang terjadi dengan mereka setelah Depresi Besar 1929? Sebagian dari mereka mati dalam keadaan bangkrut dan miskin, yang lain sempat dimasukkan ke penjara karena kejahatan keuangan, dan yang lainnya mati bunuh diri.</p>
<p style="text-align: justify">Tulisan Yakobus 5:1–6 yang ditujukan untuk orang kaya sangat keras. Sekalipun demikian, jika kita tilik dengan hati-hati, kita akan mengamini nasihat ini. Ada banyak orang kaya yang justru disetir dan dikuasai oleh kekayaannya. Ada banyak orang kaya yang karena kekayaannya melupakan Tuhan. Kekayaannya bukan menjadi berkat, malah menjadi penghalang besar untuk mengalami karya Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify">Adakah di antara kita yang bercita-cita menjadi orang miskin? Hanya orang gila mungkin yang memiliki keinginan demikian. Hal yang harus kita sadari adalah jika tidak hati-hati, kekayaan memiliki potensi besar untuk menghancurkan hidup kita. Tidak salah untuk menjadi kaya, namun ada hal lebih penting: bagaimana kita menggunakan kekayaan itu untuk memuliakan Tuhan?</p>
<p align="center"><strong>DOA:</strong></p>
<p style="text-align: center">Tuhan, jika Engkau memberikan harta kepada kami, berikan juga hikmat supaya kami menggunakannya dengan baik dan benar. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/02/kaya-dan-masuk-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KPK Dipastikan Sulit Berantas Korupsi</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/02/kpk-dipastikan-sulit-berantas-korupsi/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/02/kpk-dipastikan-sulit-berantas-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 02:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Kusmanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=1831</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda agak terkejut membaca judul di atas. Tapi kalau mau jujur, itulah realitanya. Penulis bukan bermaksud meremehkan kerja KPK saat ini. Tapi ketua KPK sendiri menyatakan akan memprioritaskan kasus korupsi yang menyangkut aset atau uang yang besar. Dan inipun tanpa sadar didukung oleh opini masyarakat. Buktinya kalau menangkap koruptor kelas teri, langsung muncul kritik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin Anda agak terkejut membaca judul di atas. Tapi kalau mau jujur, itulah realitanya. Penulis bukan bermaksud meremehkan kerja KPK saat ini. Tapi ketua KPK sendiri menyatakan akan memprioritaskan kasus korupsi yang menyangkut aset atau uang yang besar. Dan inipun tanpa sadar didukung oleh opini masyarakat. Buktinya kalau menangkap koruptor kelas teri, langsung muncul kritik “yang kecil ditangkap, sedangkan yang besar dibiarkan bebas”. Tapi kalau jujur mana yang lebih banyak, korupsi besar atau yang kecil? Koruptor kelas kakap atau kelas teri?</p>
<p>Jadi sekarang ini justru banyak koruptor kecil-kecil yang ada di pusat maupun daerah dan jumlahnya lebih banyak dan bisa leluasa menjalankan prakteknya. Padahal tidak ada koruptor besar tanpa dimulai dari koruptor kecil. Koruptor kecil ini akan jadi koruptor besar. Yang ditangkap 10 koruptor besar padahal calon koruptor besar ini jumlah ribuan bahkan puluhan ribu. Jadi kalau kapasitas KPK hanya mampu mengurus dalamn hitungan 1-10 kasus koruptor besar, bisa dibayangkan bahwa nantinya KPK akan berhadapan ribuan atau puluhan ribu koruptor besar. Apa mampu KPK memberantas dalam jumlah besar ? Mungkin personal dan jangkauan kerja KPK perlu diperbanyak dan diperluas. Saat ini KPK hanya mampu mengurus kasus besar, itupun tidak semua. Padahal calon-calon koruptor besar akan banyak bermunculan. Bagaimana mencegahnya?</p>
<p>Semoga bangsa kita bukan hanya bisa mengurus dan menyelesaikan masalah, tapi ke depan bisa juga mencegah masalah.</p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/02/kpk-dipastikan-sulit-berantas-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

