<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IMC Broadcasting</title>
	<atom:link href="http://www.imcmedia.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.imcmedia.org</link>
	<description>imc, broadcasting, media, indonesia, radio, saran, rohani, renungan, artikel, khotbah, gereja, pujian, penyembahan, konseling, informasi, berita terkini, wasiat, keluarga, umum, pendengar, imc, teknologi, kata, bijak</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 16:00:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Tidak Berhenti</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/05/tidak-berhenti/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/05/tidak-berhenti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 16:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi berkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=2113</guid>
		<description><![CDATA[ Kejadian 2:1-2 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.  (Kej. 2:2) Tuhan Yesus sering mendapatkan kecaman dari guru-guru Yahudi. Salah satu penyebabnya adalah karena Ia sering melakukan perbuatan yang dianggap terlarang di hari Sabat. Menyembuhkan orang di hari Sabat, tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Kejadian 2:1-2</p>
<p align="center"><em>Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.  (Kej. 2:2)</em></p>
<p style="text-align: justify">Tuhan Yesus sering mendapatkan kecaman dari guru-guru Yahudi. Salah satu penyebabnya adalah karena Ia sering melakukan perbuatan yang dianggap terlarang di hari Sabat. Menyembuhkan orang di hari Sabat, tidak melarang murid-murid-Nya memetik bulir gandum pada hari Sabat adalah contoh-contohnya.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam masyarakat Yahudi ada daftar yang berisi sejumlah pekerjaan terlarang untuk dilakukan di hari Sabat. Jumlah larangan itu menurut literatur rabinik yang bernama Mishnah berjumlah 39 larangan atau empatpuluh kurang satu. Bukan hanya pekerjaan seperti: menabur atau menuai, tetapi membalut kulit, mengikat atau melepaskan ikatan pun masuk dalam daftar larangan. Dalam teks Kejadian 2, Allah memang berhenti pada hari ketujuh dari semua pekerjaan penciptaan. Namun Allah sesungguhnya tidak sama sekali berhenti, Ia memberkati. Dengan demikian, Alkitab sejak awal sudah memberi catatan penting bahwa memberkati adalah bagian yang tidak berhenti, dan karena berkat-Nya inilah semua kehidupan menjadi tetap berlangsung dan terpelihara.</p>
<p style="text-align: justify">Menjadi berkat bagi yang lain dalam kehidupan ini sesungguhnya memang tidak boleh dihentikan oleh alasan apa pun, termasuk oleh hukum atau peraturan. Itulah yang dilakukan Tuhan Yesus. Setiap umat Tuhan mestinya memiliki penghayatan yang sama seperti Tuhan Yesus. Yang lain boleh dihentikan, namun menjadi berkat tidak boleh dihentikan oleh alasan apa pun.</p>
<p align="center"><strong>REFLEKSI:</strong></p>
<p style="text-align: center">Apakah kita sering memiliki alasan sehingga tidak menjadi berkat?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/05/tidak-berhenti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persembahan Yang Dipersiapkan</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/05/persembahan-yang-dipersiapkan/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/05/persembahan-yang-dipersiapkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 16:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[persembahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=2111</guid>
		<description><![CDATA[ Imamat 22:17-25 “Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.”  (Im. 22:20) Jono pulang dari gereja dengan lunglai. Teman satu kosnya melihat gelagat yang kurang sedap itu lalu bertanya: “Ada apa Sobat? Pulang dari kebaktian kok lesu? Khotbahnya kepanjangan?” Jono kemudian menjawab, “Tadi saya salah ambil. Uang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Imamat 22:17-25</p>
<p align="center"><em>“Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.” </em><em> </em><em>(Im. 22:20)</em></p>
<p style="text-align: justify">Jono pulang dari gereja dengan lunglai. Teman satu kosnya melihat gelagat yang kurang sedap itu lalu bertanya: “Ada apa Sobat? Pulang dari kebaktian kok lesu? Khotbahnya <em>kepanjangan</em>?” Jono kemudian menjawab, “Tadi saya salah ambil. Uang yang saya ambil dari kantong ternyata salah. Saya memasukkan uang yang seharusnya saya pakai untuk membayar buku kuliah ke kantong persembahan.”</p>
<p style="text-align: justify">Memberi persembahan kepada Tuhan sesungguhnya adalah ungkapan syukur. Jika pemberian kepada Tuhan bukan karena ungkapan syukur, maka pantaslah kalau sukacita itu tidak dituai. Ungkapan syukur yang akan diberikan memang seharusnya dipersiapkan baik-baik. Umat Israel diajar untuk mempersiapkan apa yang akan dipersembahkan kepada Tuhan dengan baik. Mereka harus memeriksa dengan teliti apa yang akan mereka persembahkan kepada Tuhan. Tuhan tidak berkenan kepada persembahan yang diberikan dengan asal-asalan. Persembahan harus layak sehingga mendatangkan damai sejahtera.</p>
<p style="text-align: justify">Ketika memberi persembahan, orang Kristen harus mendahuluinya dengan sikap yang pantas. Mempersiapkan dengan baik apa yang akan dipersembahkan kepada Tuhan adalah hal yang seharusnya dilakukan. Mempersiapkan persembahan dengan baik adalah sikap yang berkenan bagi Tuhan. Persembahan yang dipersiapkan dengan baik pasti akan mendatangkan sukacita dan damai sejahtera bagi pemberinya.</p>
<p align="center"><strong>REFLEKSI:</strong></p>
<p style="text-align: center">Apakah kita sudah sungguh-sungguh mempersiapkan persembahan syukur kita?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/05/persembahan-yang-dipersiapkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menatap Ke Atas</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/05/menatap-ke-atas/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/05/menatap-ke-atas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 16:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan sehari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=2109</guid>
		<description><![CDATA[ Kisah Para Rasul 1:6-11  &#8220;Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? &#8230;.”  (Kis. 1:11) Harold Camping, seorang penyiar radio Kristen, meramalkan bahwa 21 Mei 2011 adalah akhir dunia. Ramalan itu meleset sehingga ia meralatnya: setelah sekitar 200 juta umat Kristen diangkat ke surga Sabtu 21 Mei 2011, bumi akan menjadi seperti neraka selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Kisah Para Rasul 1:6-11</p>
<p align="center"> <em>&#8220;Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? &#8230;.” </em><em> </em><em>(Kis. 1:11)</em></p>
<p style="text-align: justify">Harold Camping, seorang penyiar radio Kristen, meramalkan bahwa 21 Mei 2011 adalah akhir dunia. Ramalan itu meleset sehingga ia meralatnya: setelah sekitar 200 juta umat Kristen diangkat ke surga Sabtu 21 Mei 2011, bumi akan menjadi seperti neraka selama lima bulan –hingga 21 Oktober 2011 nanti, di mana kehidupan benar-benar berakhir. Sekelompok pengikutnya mempropagandakan pemikiran Camping ini melalui berbagai media. Mereka mengimbau agar orang-orang Kristen bersiap-siap menjelang hari pengangkatan itu. Tampaknya ramalan-ramalan seperti ini memang akan selalu memikat banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify">Para murid Tuhan Yesus pernah mengalami pengalaman yang begitu memikat. Tuhan Yesus, Guru mereka yang telah bangkit, naik ke surga. Mereka kemudian hanya berdiri, terpukau menatap ke langit. Tetapi, pada saat seperti itulah, dua orang berpakaian putih menegur mereka. Mengapa? Karena sebagai murid, mereka tidak boleh “mabuk” dan sibuk mengarahkan mata ke langit saja. Tugas mereka adalah pergi meneruskan karya Kristus di dunia. Karena itu, mereka tidak boleh lama-lama terpaku menatap langit.</p>
<p style="text-align: justify">Banyak orang Kristen acapkali mengarahkan diri pada surga, namun melupakan tanggung jawab di dunia. Aktif di gereja atau kegiatan rohani memang dianjurkan, namun jangan sampai kesibukan itu melupakan tanggung jawab mengurus keluarga, menolong sesama, mengerjakan tanggung jawab di kantor atau hal-hal yang lain.</p>
<p align="center"><strong>REFLEKSI:</strong></p>
<p style="text-align: center">Apakah kita sudah menjalankan perintah Allah dalam kehidupan kita sehari-hari?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/05/menatap-ke-atas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percaya Pada Pemeliharaan Tuhan</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/05/percaya-pada-pemeliharaan-tuhan/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/05/percaya-pada-pemeliharaan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 16:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[murah hati]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=2107</guid>
		<description><![CDATA[ Matius 6:30-34 “&#8230; tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”  (Mat. 6:30) Penginjil Hudson Taylor berkarya di Cina. Suatu saat ia mengunjungi suami istri yang sangat miskin dan si istri sedang sakit keras. Saat itu Taylor hanya memiliki uang senilai satu dolar. Mulanya ia memutuskan hanya akan memberi penghiburan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Matius 6:30-34</p>
<p align="center"><em>“&#8230; tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?” </em><em> </em><em>(Mat. 6:30)</em></p>
<p style="text-align: justify">Penginjil Hudson Taylor berkarya di Cina. Suatu saat ia mengunjungi suami istri yang sangat miskin dan si istri sedang sakit keras. Saat itu Taylor hanya memiliki uang senilai satu dolar. Mulanya ia memutuskan hanya akan memberi penghiburan dengan berkata, “Tidak usah khawatir, engkau akan ditolong oleh Tuhan. Tuhan itu Mahabaik. Karena itu, janganlah khawatir!” Sementara ia memikirkan hal itu, Roh Kudus berbicara kepadanya, “Hudson Taylor, engkau berani menjamin bahwa hidup orang ini dipelihara oleh Tuhan, tetapi mengapa engkau sebagai hamba Tuhan tidak berani mempertaruhkan pemeliharaan hidupmu kepada Tuhan yang engkau layani?” Mendengar sapaan penuh kasih itu, Taylor akhirnya menyerahkan uang satu dolar itu, meskipun ia tidak tahu apa yang akan dimakannya besok.</p>
<p style="text-align: justify">Hanya orang yang tidak dikuasai oleh kekhawatiran akan menjadi orang yang murah hati. Orang yang dikuasai oleh kekhawatiran, hatinya akan selalu dipenuhi pertanyaan: “Apa yang akan kami makan, apa yang akan kami minum, atau apa yang akan kami pakai?”.</p>
<p style="text-align: justify">Orang-orang yang murah hati adalah orang yang percaya kepada pemeliharaan Allah. Allah memelihara dengan menggunakan banyak cara. Ada yang bisa kita pikir tetapi ada banyak cara yang melampaui akal kita. Orang yang murah hati akan memberi bukan hanya dalam kelebihannya, tetapi juga dalam kekurangannya. Memberi adalah buah kepercayaannya kepada Allah.</p>
<p align="center"><strong>REFLEKSI:</strong></p>
<p style="text-align: center">Jika kita tidak dapat bermurah hati, jangan-jangan kita kurang percaya kepada Allah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/05/percaya-pada-pemeliharaan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Selalu Khawatir?</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/05/mengapa-selalu-khawatir/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/05/mengapa-selalu-khawatir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 16:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[khawatir]]></category>
		<category><![CDATA[mamon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=2105</guid>
		<description><![CDATA[ Matius 6:24-29 “ &#8230; Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu &#8230;.” (Mat. 6:25) Rasa khawatir dalam porsi yang normal adalah sensor agar kita berhati-hati. Namun bila berlebihan, ia sudah menjadi kekhawatiran. Kekhawatiran adalah salah satu persoalan laten manusia. Kekhawatiran merupakan gerbang banyak dosa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Matius 6:24-29</p>
<p align="center"><em>“ &#8230; Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu &#8230;.” (Mat. 6:25)</em></p>
<p style="text-align: justify">Rasa khawatir dalam porsi yang normal adalah sensor agar kita berhati-hati. Namun bila berlebihan, ia sudah menjadi kekhawatiran. Kekhawatiran adalah salah satu persoalan laten manusia.<strong> </strong>Kekhawatiran merupakan gerbang banyak dosa.<strong> </strong>Kekhawatiran mengenai keuangan dapat membangkitkan keserakahan, sikap mengingini, menimbun, bahkan mencuri.</p>
<p style="text-align: justify">Manusia yang dikuasai kekhawatiran mungkin menempatkan mamon sebagai sandaran hidupnya. Kata “<em>mamon</em>” berasal dari bahasa Aram yang berarti “kepunyaan”, “hal yang dipercayai dan diandalkan”. Kemudian kata “mamon” dipakai secara khusus kepada “harta benda” yang menunjuk kepada apa pun milik yang mengikat diri manusia. Padahal, makin seseorang menyandarkan hidupnya pada apa pun yang ada di dunia ini, ia akan makin khawatir. Khawatir kehilangan! Bukankah segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang abadi?</p>
<p style="text-align: justify">Salah satu cara untuk mengalahkan kekhawatiran adalah mengubah sandaran hidup kita. Jangan menyandarkan hidup pada mamon, tetapi pada Allah! Tuhan Yesus berkata, “<em>Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu</em>” (Mat. 6:33). Kalau hati yang adalah pusat hidup ini diserahkan kepada Allah yang kekal, maka seseorang akan dipenuhi oleh ketenangan. Makin seseorang bersandar kepada Allah, ia akan makin mengalami ketenangan. Mengapa? Karena Allah itu kekal, kasih setia dan rahmat-Nya pun kekal.</p>
<p align="center"><strong>REFLEKSI:</strong></p>
<p style="text-align: center">Antara Mamon dan Allah, yang mana sandaran hidup kita?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/05/mengapa-selalu-khawatir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalehan Sosial</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/05/kesalehan-sosial/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/05/kesalehan-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 16:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[kesalehan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=2103</guid>
		<description><![CDATA[ Yesaya 29:13-14 “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku &#8230;.”  (Yes. 29:13) Pada hari Minggu, seorang ibu yang tampak rapi ditanya oleh tetangganya: “Hendak ke mana, Bu?” Dengan sigap ia menjawab, “Saya akan pergi ke gereja untuk beribadah. Saya orang Kristen dan hari Minggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Yesaya 29:13-14</p>
<p align="center"><em>“Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku &#8230;.” </em><em> </em><em>(Yes. 29:13)</em></p>
<p style="text-align: justify">Pada hari Minggu, seorang ibu yang tampak rapi ditanya oleh tetangganya: “Hendak ke mana, Bu?” Dengan sigap ia menjawab, “Saya akan pergi ke gereja untuk beribadah. Saya orang Kristen dan hari Minggu adalah hari beribadahnya orang Kristen.” Jawaban ibu ini tentu tidak ada yang salah. Bukankah hari Minggu memang adalah hari yang pada umumnya diselenggarakan ibadah di gereja-gereja? Namun, ibadah juga bukan berarti hanya terbatas di gereja, bukan?</p>
<p style="text-align: justify">Bangsa Israel pernah mendapat kecaman dari Allah mengenai praktik kehidupan ibadah mereka. Ibadah hanya dipahami sebagai praktik ritual di rumah ibadah. Memuliakan Tuhan di rumah ibadah tentunya tindakan yang benar. Namun celakanya, mereka tidak meneruskan ibadah mereka ke dalam praktik kehidupan sehari-hari. Segala kemeriahan dan keindahan pujian berhenti seiring berakhirnya jam ibadah. Allah menyebut praktik hidup ibadah mereka itu sebagai memuliakan Allah hanya di bibir dan sekadar menjalankan perintah manusia. Ibadah dilakukan sekadar formalitas. Padahal Allah menghendaki ibadah itu adalah praktik hidup secara utuh, terjadi dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify">Jika ibadah dihayati sebagai praktik kehidupan yang utuh, maka kesalehan ritual akan menjadi kesalehan sosial. Seseorang akan tetap memuliakan Allah melalui pekerjaannya, usahanya atau perilakunya sehari-hari. Keindahan dalam ruang kebaktian akan menjadi keindahan dalam seluruh kehidupan sehari-hari.</p>
<p align="center"><strong>REFLEKSI:</strong></p>
<p style="text-align: center">Sudahkah kita menghayati hidup sehari-hari kita sebagai ibadah kepada Allah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/05/kesalehan-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Diri Dengan Baik</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/05/mempersiapkan-diri-dengan-baik/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/05/mempersiapkan-diri-dengan-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 16:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[hormat kepada Allah]]></category>
		<category><![CDATA[kebaktian]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=2101</guid>
		<description><![CDATA[ Mazmur 96:7-13 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!  (Mzm. 96:8) Ada seorang ibu, anggota paduan suara di gerejanya. Setiap kali hendak ke gereja, ia selalu membuat persiapan secara khusus. Pakaian dan semua hal yang harus dia bawa ditata sebelumnya. Ketika ia hendak tampil mempersembahkan pujian, ia bukan saja berlatih bersama, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Mazmur 96:7-13</p>
<p align="center"><em>Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! </em><em> </em><em>(Mzm. 96:8)</em></p>
<p style="text-align: justify">Ada seorang ibu, anggota paduan suara di gerejanya. Setiap kali hendak ke gereja, ia selalu membuat persiapan secara khusus. Pakaian dan semua hal yang harus dia bawa ditata sebelumnya. Ketika ia hendak tampil mempersembahkan pujian, ia bukan saja berlatih bersama, namun ia juga mempersiapkan diri secara pribadi. “Tatanan rambutnya saja sudah dia persiapkan sejak dini hari,” demikian anaknya menuturkan kekagumannya kepada sang ibu. “Saya hanya berusaha memberikan yang pantas kepada Tuhan. Hari Minggu, ketika berbakti kepada Tuhan, adalah saat yang istimewa bagi saya. Saya akan merayakan perjumpaan dengan Allah yang agung itu.” Demikianlah si Ibu menjelaskan.</p>
<p style="text-align: justify">Kebaktian memang akan menjadi indah dan istimewa jika setiap orang memperlakukannya dengan istimewa. Dengan demikian, yang bertanggung-jawab untuk melakukan persiapan diri bukan hanya para pelayan atau hamba-hamba Tuhan di gereja, namun setiap orang yang hadir. Pemazmur mengajak umat Allah untuk memasuki ibadah dengan rasa hormat kepada Allah. Tanpa memberikan rasa hormat kepada Allah, maka umat sungguh tidak berkenan merayakan perjumpaan dengan Allah.</p>
<p style="text-align: justify">Persiapan yang baik adalah setengah dari keberhasilan. Kebaktian akan menjadi indah karena dipersiapkan dengan baik. Persiapan yang baik bukan hanya supaya semuanya berjalan dengan baik, namun persiapan yang baik itu terutama menunjukkan hormat kita kepada Allah.</p>
<p align="center"><strong>REFLEKSI:</strong></p>
<p style="text-align: center">Apakah kita selalu datang dengan disertai rasa hormat kepada Allah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/05/mempersiapkan-diri-dengan-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merindukan Tuhan</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/05/merindukan-tuhan/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/05/merindukan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 16:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[merindukan Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=2099</guid>
		<description><![CDATA[ Mazmur 84:1-5 Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau.  (Mzm. 84:5) Jauh atau dekat itu bukan soal jarak geografis, namun soal hati. Seorang nenek untuk sampai ke gerejanya harus naik ojek ke stasiun kereta, lalu naik kereta api. Perjuangan belum selesai, dari stasiun kereta, ia naik bajaj. “Selama Tuhan masih memberi kekuatan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Mazmur 84:1-5</p>
<p align="center"><em>Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. </em><em> </em><em>(Mzm. 84:5)</em></p>
<p style="text-align: justify">Jauh atau dekat itu bukan soal jarak geografis, namun soal hati. Seorang nenek untuk sampai ke gerejanya harus naik ojek ke stasiun kereta, lalu naik kereta api. Perjuangan belum selesai, dari stasiun kereta, ia naik bajaj. “Selama Tuhan masih memberi kekuatan, saya akan mempersembahkan syukur saya kepada-Nya di gereja. Hati ini senang kalau sudah di rumah Tuhan,” kata sang nenek.</p>
<p style="text-align: justify">Pemazmur bersaksi bahwa berada di rumah Tuhan adalah hal yang menyenangkan. Di dunia ini mungkin ada begitu banyak tempat yang menyenangkan. Namun, berdiam di rumah Tuhan adalah yang paling membahagiakan. Itu sebabnya, pemazmur begitu merindukan pelataran-pelataran Tuhan. Kerinduan itu begitu besar sampai-sampai digambarkan sebagai jiwa yang hancur.</p>
<p style="text-align: justify">Rumah Tuhan adalah tempat merayakan perjumpaan dengan Sang Sumber kehidupan. Tuhan, Sang Sumber hidup itulah yang menimbulkan kerinduan dan hasrat yang begitu meluap-luap, bagai sungai yang dirindukan rusa yang kehausan (Mzm. 42:2). Tuhanlah yang dirindukan, bukan yang lain. Kerinduan untuk mengalami perjumpaan yang menyenangkan adalah dorongan terkuat yang mengalahkan hambatan apa pun, termasuk jarak.</p>
<p style="text-align: justify">Jika hati diliputi kerinduan, tiada jarak yang tak terlewati. Karena itu, jika seseorang ogah-ogahan untuk pergi ke rumah Tuhan, jangan-jangan hatinya memang tidak memiliki kerinduan untuk berjumpa dengan Dia.</p>
<p align="center"><strong>REFLEKSI:</strong></p>
<p style="text-align: center">Apakah hati kita dikuasai oleh kasih dan kerinduan untuk datang kepada Allah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/05/merindukan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perintah Dari Tuhan</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/05/perintah-dari-tuhan/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/05/perintah-dari-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 16:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[perintah Allah]]></category>
		<category><![CDATA[taat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=2097</guid>
		<description><![CDATA[ Ulangan 28:1-10 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya &#8230;.”  (Ul. 28:1) Warno mendapat surat peringatan dari manajemen perusahaannya. Pasalnya, ia tidak menjalankan perintah atasannya dengan tepat. Ia dinilai telah lalai karena sering terlambat mengantarkan barang ke pelanggan. Jika surat peringatan itu tidak diikuti dengan perubahan perilakunya untuk disiplin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> Ulangan 28:1-10</p>
<p align="center"><em>“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya &#8230;.” </em><em> </em><em>(Ul. 28:1)</em></p>
<p style="text-align: justify">Warno mendapat surat peringatan dari manajemen perusahaannya. Pasalnya, ia tidak menjalankan perintah atasannya dengan tepat. Ia dinilai telah lalai karena sering terlambat mengantarkan barang ke pelanggan. Jika surat peringatan itu tidak diikuti dengan perubahan perilakunya untuk disiplin menjalankan perintah atasannya, ia diancam akan diberhentikan. Perintah atasan memang harus dijalankan sebaik-baiknya. Pelanggaran perintah mendatangkan konsekuensi yang serius. Karena itu, mestinya seseorang akan melakukan perintah atasannya sebaik-baiknya.</p>
<p style="text-align: justify">Kegagalan banyak orang Kristen untuk melakukan hal-hal baik yang diajarkan Firman Allah disebabkan karena mereka memahami bahwa ajaran-ajaran itu sekadar imbauan belaka. Padahal, menjalankan hukum Allah itu adalah perintah Allah, baik Sepuluh Hukum dalam Keluaran 20 maupun Hukum Kasih dalam Matius 22:37-39. Dalam pidatonya, Musa mengajarkan umat Allah agar hidup sesuai dengan perintah-Nya. Jika perintah itu diikuti dengan setia, maka segala berkat Allah akan dialami. Namun, jika umat tidak setia pada perintah Allah, maka hukumanlah yang akan diterima.</p>
<p style="text-align: justify">Jika perintah manusia saja harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, bukankah perintah Tuhan juga harus dijalankan dengan penuh kesungguhan? Memang hidup seturut dengan perintah-Nya tidak selalu mudah, namun kehidupan pasti menjadi lebih baik.</p>
<p align="center"><strong>REFLEKSI:</strong></p>
<p align="center">Apakah kita sungguh-sungguh yakin bahwa menaati perintah Allah pasti mendatangkan berkat?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/05/perintah-dari-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hanya Tampaknya Baik</title>
		<link>http://www.imcmedia.org/2012/05/hanya-tampaknya-baik/</link>
		<comments>http://www.imcmedia.org/2012/05/hanya-tampaknya-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 16:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YKB</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[tulus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imcmedia.org/?p=2095</guid>
		<description><![CDATA[Lukas 11:37-44  “&#8230; kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.”  (Luk. 11:39)  “Dalamnya laut bisa ditebak, dalam hati siapa yang tahu.” Pepatah ini hendak menyampaikan pesan bahwa manusia sulit melihat isi hati orang lain. Dalam melihat pribadi seseorang, yang paling sulit adalah melihat motivasi yang ada dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Lukas 11:37-44</p>
<p align="center"> “<em>&#8230; kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.”</em>  (Luk. 11:39)</p>
<p style="text-align: justify" align="center"><em> </em>“Dalamnya laut bisa ditebak, dalam hati siapa yang tahu.” Pepatah ini hendak menyampaikan pesan bahwa manusia sulit melihat isi hati orang lain. Dalam melihat pribadi seseorang, yang paling sulit adalah melihat motivasi yang ada dalam hati seseorang. Manusia bisa kelihatannya baik, namun siapa sangka ternyata ia adalah serigala yang berbulu domba.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam percakapan dengan orang Farisi, Tuhan Yesus ingin menyampaikan pesan agar manusia jangan hanya memerhatikan apa yang terlihat oleh mata. Bagi Yesus, apa yang terlihat mata tidak selalu asli. Manusia bisa merekayasa sesuatu supaya kelihatan baik. Orang Farisi dikecam oleh Yesus karena mereka ini adalah kelompok yang sangat fokus pada yang kelihatan secara lahiriah. Mereka mementingkan segala sesuatu yang kelihatan dari luar. Dalam menilai orang, mereka sangat bergantung pada penampilan luar.</p>
<p style="text-align: justify">Tuhan Yesus tidak menolak bahwa yang kelihatan itu penting. Namun, Tuhan Yesus hendak mengajarkan bahwa segala sesuatu yang baik itu harus dimulai dari hati yang baik. Orang Farisi dikecam oleh Yesus sebab mereka melakukan segala sesuatu tidak dengan hati yang tulus. Mereka melakukan semua hukum dan peraturan sekadar supaya mereka tampak kelihatan baik.</p>
<p style="text-align: justify">Kebaikan yang hanya tampak dari luar dan tidak bersumber dari dalam hati yang tulus adalah sama seperti melihat pekuburan. Dari luar kelihatan baik dan indah, namun di dalamnya busuk dan mengerikan.</p>
<p align="center"><strong>REFLEKSI:</strong></p>
<p align="center">Apakah segala kebaikan kita sudah merupakan kebaikan hati?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imcmedia.org/2012/05/hanya-tampaknya-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

