YANG PALING UTAMA DALAM HIDUP INI

 Matius 22:34-40

“Kasihilah Tuhan, Allahmu ….

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

(Mat. 22:37-39)

“Wong urip iku mung mampir ngombe.” Pepatah Jawa ini hendak mengungkapkan bahwa hidup itu seperti orang mampir untuk minum, tidak sempat makan, apalagi tidur. Hidup hanya sebentar saja. Nah, dalam hidup yang sebentar inilah kita perlu memikirkan dan melakukan hal yang paling utama dalam hidup ini. Apakah itu? Menjalankan Hukum Kasih!

Hukum Kasih adalah tantangan untuk mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Hal ini mengandaikan setiap manusia sadar akan hak sekaligus tanggung jawabnya untuk selalu memilih apa yang terbaik, yang benar, yang luhur bagi pertumbuhan, kedewasaan, dan kebahagiaan hidupnya.

Hukum Kasih tidak lain panggilan suci untuk selalu berjerih payah mengusahakan yang terbaik untuk hidupku sekaligus untuk hidup orang lain, untuk senantiasa sabar terhadap diri sendiri sekaligus sabar terhadap orang lain, serta untuk terus-menerus memperbarui diri sekaligus memberi ampun kepada sesama dengan tiada henti.

Bagaimana kita melakukannya jika kita tidak terbiasa mewujudkan kasih secara konkret? Jika kita sadar bahwa ini sebuah hukum, maka mau tidak mau kita harus melakukannya dengan patuh sekalipun pada awalnya kita melakukannya dengan terpaksa karena kita tidak terbiasa. Bila hal-hal itu menjadi yang utama dalam hidup kita, nyatalah bahwa kita mencintai Allah Bapa kita dengan segenap hati, jiwa, budi, dan tenaga kita.

REFLEKSI:

Melakukan hal yang utama menolong kita memaknai hidup dan segala persoalannya dengan baik dan seimbang bersama Tuhan dan sesama.