MENYEBUT NAMA TUHAN

Markus 8:27-30

Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!” (Mrk. 8:29)

Saat memiliki kesan khusus dengan Tuhan, manusia menandai kesan itu dengan memberi sebutan. Salah satunya seperti dalam kisah Hagar. Hagar yang sedang mengandung Ismael merasa diperhatikan oleh Tuhan. Ia merasa dibela oleh Tuhan. Saat Tuhan memberi perhatian, Hagar menyebut-Nya dengan El-Roi, artinya Tuhan melihat dirinya (Kej. 16:13).

Ada banyak sebutan yang ditujukan kepada Tuhan Yesus. “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi” (Mrk. 8:28). Semua sebutan itu diberikan karena Tuhan Yesus hadir seperti nama-nama yang disebutkan itu. Semua sebutan itu tidak salah karena manusia memang terbatas dalam memandang Tuhan dengan matanya. Para murid sendiri memandang Tuhan Yesus sebagai Mesias—orang yang dijanjikan untuk membebaskan bangsa Israel. Sebutan ini pun dibenarkan oleh Tuhan, tetapi mereka diminta untuk tidak menyampaikannya kepada siapa pun.

Dalam setiap sebutan kepada Tuhan, manusia bisa saja membuat sebutan yang indah. Namun, sebutan itu bisa jadi hanya mengikuti orang lain sehingga maknanya tidak memiliki fungsi besar dalam kehidupan pribadi kita. Karena itu, sebutan kepada Tuhan sebaiknya jujur dari dalam hati. Sebutan itu sebaiknya dimunculkan karena pergumulan yang langsung dengan Tuhan sendiri. Sebutan itu seharusnya menyatakan kedekatan kita kepada Tuhan.

DOA:

Tuhan, tolong kami untuk menyebut nama-Mu dengan benar. Amin.