JANGAN MENYERAH

Wahyu 7:13-17.

“Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.”
(Why. 7:14)

Dalam buku Jalan Pengharapan, Kardinal Nguyễn Vǎn Thuận menulis: “Jika engkau meninggalkan segala sesuatu tetapi masih belum menyangkal dirimu, sesungguhnya engkau belum meninggalkan sesuatu apa pun karena engkau akan perlahan-lahan mengumpulkan kembali bagi dirimu segala sesuatu yang telah engkau tinggalkan.” “Engkau harus kehilangan supaya memperoleh, mati supaya hidup, meninggalkan semua yang lain supaya bertemu dengan Tuhan.” “Majulah terus dengan tegar; jangan menyerah. Tidak ada seorang pun yang akan mengikuti orang yang berbalik ke belakang.”

Nguyễn Vǎn Thuận tidak hanya mengatakan kembali ucapan Yesus, ia sendiri hidup dalam kata-kata Yesus itu. Buku itu lahir di dalam penjara rezim komunis di Vietnam. Isinya bukan teori, tetapi praktik hidup penulisnya. Kisah kelahiran buku itu dimulai ketika Thuận berada di penjara dan merasa perlu menulis pesan-pesan untuk umatnya. Ia lalu meminta seorang anak berusia tujuh tahun membawakannya kertas bekas. Setiap malam Thuận menulis dan paginya anak itu mengambilnya dan menyerahkannya kepada saudara-saudaranya, yang menyalin lalu membagikannya kepada umat.

Setelah 13 tahun di penjara, Thuận pun dibebaskan pada 21 November 1988. Nguyễn Vǎn Thuận adalah contoh dari orang yang mampu keluar dari kesusahan yang besar. Ia selalu berusaha menjadi gembala yang baik bagi umatnya sebagaimana Yesus, Sang Gembala Agung.

DOA:

Tuhan, mampukan kami bertahan menjadi murid-Mu baik dalam keadaan suka, apalagi dalam keadaan duka. Amin.