YUSUF DARI ARIMATEA

Matius 27:57-66

Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru ….

(Mat. 27:59-60)

Namanya Yusuf. Orang Arimatea. Tidak ada penjelasan lain yang diberikan oleh penulis Injil Matius kecuali bahwa dia orang kaya. Penulis Injil Markus menyatakan bahwa Yusuf dari Arimatea adalah anggota Mahkamah Agama terkemuka. Tindakan Yusuf bukan tanpa risiko sebab mahkamah itulah yang menghendaki kematian Yesus.

Kelihatannya kematian Yesuslah yang menyebabkan Yusuf tidak lagi mengakui Yesus sebagai gurunya secara sembunyi-sembunyi. Ia menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus untuk dikuburkan. Berkait dengan kubur pun, Yusuf memberikan kuburan yang baru digalinya. Dengan semua tindakan itu, Yusuf siap dibenci para koleganya.

Kematian Yesus membuat Yusuf menjadi pribadi yang berintegritas. Ia tidak mau lagi kucing-kucingan dengan rekan sejawatnya. Ia mencoba menampilkan dirinya secara utuh, baik dalam sikap maupun dalam tindakannya. Ia mau memberikan yang terbaik untuk Tuhannya. Bisa jadi, Yusuf memahami bahwa kekayaannya pun pada hakikatnya adalah anugerah Allah sehingga dengan rela ia menggunakan kekayaannya untuk melayani Allah.

Tindakan Yusuf dari Arimatea ternyata tidak sia-sia. Sekalipun hanya terpakai sekitar dua hari sebab pada hari ketiga Yesus bangkit, kubur itu membuktikan bahwa Yesus Orang Nazaret memang sungguh-sungguh mati. Yesus tidak pingsan, tetapi mati.

DOA:

Tuhan, mampukan kami menyatakan diri sebagai pengikut-Mu dalam segala situasi. Amin.