BARTIMEUS

Markus 10:46–52

… ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus ….

(Mrk. 10:46)

Ia adalah seorang Muslim sejati yang bergelar ustaz, guru agama Islam. Namun, Ali Qohar yang dipanggil akrab “Pak Aang” itu sangat pluralis. Sarjana Agama Islam itu tidak segan mengantar anak-anak asuhnya yang hampir semua Muslim, bernyanyi di gereja dalam ibadah ketika diminta oleh pendeta atau romo. Ustaz Aang menanamkan cinta kasih kepada anak-anak bahwa orang yang berbeda agama dan keyakinan dengan mereka bukan musuh, melainkan sesama yang harus dikasihi. Saya berteman dengannya sejak membangun kegiatan lintas agama.

Salah satu kegiatan organisasi ini ialah menyelenggarakan live-in pemuda-pemudi lintas agama. Sekitar 30-an pemuda-pemudi kami ajak tinggal beberapa hari di suatu komunitas agama tertentu. Pada suatu kesempatan live-in, Pak Aang mengajak peserta mengadakan refleksi. Ia membacakan bagian Alkitab tentang Bartimeus, pengemis buta yang disembuhkan oleh Yesus. Ia juga berusaha memberi penjelasan tentang kisah itu. Para peserta yang terdiri dari pemuda berbagai agama terperangah mendengarnya.

Sosok Ali Qohar adalah sosok nyata dari kegiatan lintas agama yang kami bangun sejak 1999. Tujuan kami dengan kegiatan ini bukan meng-Kristen-kan orang lain yang sudah memiliki agama tertentu. Namun, jika melalui pergaulan dan persahabatan itu orang lain dapat mengalami kasih Kristus, kami yakin itu adalah buah pekerjaan Roh Kudus.

REFLEKSI:

Kita hanya dapat menyebut nama Yesus yang oleh-Nya kita beroleh selamat, pada saat yang sama kita tidak dapat menghalangi Allah untuk menjangkau orang lain untuk mengalami kasih-Nya.