FOKUS KEPADA YESUS

Wahyu 20:1–6

Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya ….

(Why. 20:4)

Dalam pertandingan bola basket, ketika saya tidak bermain dengan baik, pelatih akan berteriak “Fokus!” sambil menunjuk keningnya sendiri dan menatap saya. Itu dilakukan untuk mendorong saya agar dapat bermain lebih baik, tidak mudah menyerah, dan berusaha memenangkan pertandingan.

Fokus adalah titik api. Dalam seberkas sinar, titik api adalah wilayah sinar yang paling terang. Sebagai kiasan, kata fokus sering digunakan untuk menyebutkan pusat perhatian atau pikiran. Nah, jika dikaitkan dengan hidup, apakah fokus kehidupan yang kita jalani?

Latar belakang Kitab Wahyu adalah situasi sulit yang dialami para pengikut Kristus pada awal abad pertama. Mereka mengalami penganiayaan karena tidak menyembah kaisar Romawi sebagai dewa. Dengan gaya bahasa apokaliptik, penulis mengajak pembaca untuk mengarahkan perhatian ke depan: Yesus Kristus akan datang sebagai Raja yang penuh kuasa. Ia akan menyelamatkan umat-Nya. Segala kuasa jahat akan dipatahkan-Nya.

Apa pun yang menjadi fokus kehidupan kita, seluruh asa dan karsa ditujukan kepada hal itu. Jika kita berfokus pada kekayaan dan kehormatan, maka bersiaplah untuk kecewa karena kedua hal itu dengan mudah akan hilang. Fokus kehidupan kita seharusnya Yesus Kristus. Dialah yang memberi kekuatan dalam setiap realitas kehidupan kita. Perhatian kepada umat-Nya tidak pernah berubah.

Doa:

Tuhan, arahkanlah hati kami kepada-Mu. Amin.