TERANG YANG MENYINARI KEHIDUPAN

Mazmur 36:6-12

Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.
(Mzm. 36:10)

Pada Oktober 2013 terjadi tabrakan sepeda motor di Probolinggo. Penyebabnya adalah lampu sepeda motor yang menyilaukan. Dua orang meninggal di tempat. Seorang lagi meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Lampu seharusnya berfungsi untuk menolong di perjalanan. Namun, dalam peristiwa itu, lampu malah menjadi penyebab kecelakaan.
Pemazmur menggambarkan Tuhan yang memancarkan terang. Terang Tuhan tidak mencelakakan, tetapi mendatangkan inspirasi dan pengharapan. Ia membela kebenaran dan menegakkan keadilan. Dengan terang itu, manusia tidak lagi ragu menjalani kehidupan. Tidak ada kepalsuan di dalamnya, melainkan hanya kasih dan ketulusan semata. Itulah terang kasih Tuhan yang menyinari orang yang mencari Tuhan.
Umat Tuhan sudah sepatutnya memancarkan terang kasih Tuhan. Sebagai pembawa terang, umat Tuhan memiliki tanggung jawab untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Berbagai praktik kecurangan sekecil apa pun harus dijauhkan. Namun, perlu diingat bahwa terang itu mencerahkan, bukan menyilaukan. Terang itu memberi inspirasi dan kehidupan, bukan menghakimi dan menyudutkan. Umat Tuhan tidak perlu menyombongkan kehidupan rohaninya, tetapi dengan kerendahan hati, mengucap syukur atas kasih setia Tuhan. Tuhanlah yang memberikan terang kepada setiap orang yang datang kepada-Nya. Kini, giliran kitalah yang harus meneruskan terang itu, bukan menyimpannya di bawah gantang.

REFLEKSI:
Umat Tuhan sudah sepatutnya memancarkan terang kasih Tuhan.