PIKIRAN DAN PERASAAN KRISTUS

Filipi 2:1-11

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus ….

(Flp. 2:5)

Pertama kali saya membaca stiker WWJD (What Would Jesus Do – Apa yang akan Yesus lakukan), saya menganggap stiker itu terlalu berlebihan. Apa mungkin orang Kristen melakukan seideal yang dilakukan Yesus? Namun, rupanya Paulus juga telah memberikan anjuran serupa kepada pembacanya agar mereka memiliki pikiran dan perasaan seperti Yesus.

Mengapa para murid Yesus harus melakukannya? Karena melalui cara itulah, orang-orang yang tidak mengenal Kristus dapat melihat Kristus di dalam diri para pengikut-Nya. Hal yang mendasar telah dilakukan Yesus. Ia telah menunjukkan kerendahan hati, menjadi seorang hamba (ay. 6-7). Bahkan, Ia turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang berada di level hamba melalui kematian-Nya di kayu salib. Tidak diragukan lagi, pikiran dan perasaan Kristus seperti itu adalah wujud kepedulian Allah kepada manusia berdosa. Ia menunjukkan kasih-Nya sehingga segala lidah mengaku, “Yesus Kristus adalah Tuhan!” (ay. 11). Kini giliran para murid meneruskan karya kasih-Nya kepada dunia.

Para murid Kristus di zaman dahulu telah menunjukkan kepedulian Kristus kepada dunia. Kini giliran kita melanjutkan tugas yang telah mereka jalankan itu. Saat seorang membutuhkan kasih Kristus, saat masalah datang dalam hidup kita, atau saat kita sukses: What Would Jesus Do? Kiranya, melalui perbuatan kita, orang dapat mengakui “Yesus Kristus adalah Tuhan.”

DOA:

Bapa di Surga, letakkanlah pikiran dan perasaan Kristus ke dalam pikiran dan perasaan kami. Amin.