MENDOAKAN PENENTANG

 Matius 5:44-45

“… Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

(Mat. 5:44)

Ruby Bridges adalah anak Afrika-Amerika pertama yang masuk ke sekolah orang kulit putih pada 1960. Dengan kehadiran Ruby (6 tahun), para orang tua menarik anak-anak mereka dari sekolah itu. Orang tua juga mengadakan demonstrasi di depan sekolah untuk menentang hal itu. Suatu hari, saat Ruby diantar ke sekolah, ia berhenti di depan para demonstran seakan mengatakan sesuatu. Saat ditanya oleh psikolog yang menanganinya, Ruby menjawab, “Setiap hari ibu menyuruh saya berdoa bagi para demonstran. Pagi itu saya lupa berdoa. Jadi, sambil melihat ke arah mereka, saya berdoa. Doa saya, ‘Tuhan, Engkau mengasihi mereka. Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!’”

Para pengikut Kristus juga sering mengalami penentangan di dunia ini. Terhadap penentangan itu, Yesus mengajak pengikut-Nya untuk mendoakan musuh mereka –seperti doa Yesus di kayu salib, “Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!

Dalam keseharian kita, konflik mudah sekali terjadi. Perbedaan pendapat atau gaya kerja membuat retaknya relasi menantu-mertua, kakak-adik, suami-istri, atau anak-orangtua. Apa pun alasannya, kunci dari sebuah pengampunan adalah saat kita bersedia mendoakan mereka, “Ya Tuhan, ampunilah mereka. Berkatilah mereka juga!” Jika Kristus memerintah di dalam hati kita, maka Tuhan sendiri yang akan memampukan kita.

DOA:

Bapa di Surga, kami membuka hati untuk senantiasa mendoakan orang-orang yang bertentangan dengan kami. Amin