DAMAI SEJAHTERA DI BUMI

Lukas 2:13-20

“… damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

(Luk. 2:14)

Setiap kali membaca koran, kita disuguhi dengan berita kejahatan, kemiskinan, ketidakadilan, bencana, konflik, dan peperangan. Itulah gambaran kehidupan dunia kita. Damai sejahtera makin langka.

Syukurlah kelahiran dan kehadiran Yesus Kristus membawa damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadanya. Berita ini menyejukkan para gembala—golongan masyarakat yang tersisihkan dan hidup dalam penderitaan. Hanya sayangnya, damai sejahtera yang menyelimuti Natal pertama berangsur-angsur hilang. Kini, orang yang merayakan Natal belum tentu merasakan damai sejahtera. Sering kali perayaan Natal tidak lebih dari kegiatan tahunan yang membuat mereka letih. Tidak sedikit orang merayakan Natal dalam kegelisahan dan kegalauan.

Dalam persiapan menyambut Natal, sudahkah kita mempersiapkan karya yang menghadirkan damai sejahtera? Merayakan Natal tentunya bukan sekadar memainkan drama di atas panggung, melainkan memainkan peran sebagai duta besar perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan membangun, bukan menjatuhkan; menyatukan, bukan memisahkan; mengasihi, bukan membenci. Dengan demikian, seusai perayaan Natal, damai sejahtera makin meraja dalam hidup kita, keluarga, gereja, masyarakat, alam, serta dunia sekitar kita. Bila tidak, itu tentunya menjadi pekerjaan rumah yang harus kita kerjakan sekarang.

DOA:

Tuhan, tolong kami untuk menghadirkan damai sejahtera anugerah-Mu dalam Natal ini dan dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.