Dokter Kennedy, dokter bedah di sebuah rumah sakit ternama di Amerika Serikat sangat terkejut mendapati operasi kali itu yang tidak berjalan seperti biasa.
Operasi jantung adalah adalah pekerjaannya setiap hari selama 25 tahun terakhirnya. Dia sangat lihai dan ahli bagaimana harus memperlakukan setiap jantung pasiennya. Hari itu, seperti biasa pasien sudah terbaring di atas meja operasi dan Dokter Kennedy dengan peralatan operasinya membedah jantung Marrie, pasien yang terbaring lemas di meja operasi.
Setelah semua operasi selesai, selang siap dilepas. Di operasi sebelumnya, setiap kali selang dilepas, jantung akan segera berdetak dan memompa darah ke seluruh tubuh. Kalau jantung tidak berdetak akan diberikan suntikan perangsang jantung dan biasanya jantung akan merespon dan segera berdetak.
Namun sore itu, setelah selang dan semua peralatan operasi dilepas, jantung Marrie tidak berdetak. Suntikan pertama diberikan untuk merangsang jantung Marrie, tidak juga bergerak. Suntikan kedua diberikan, suntikan ketiga menyusul, namun jantung Marrie juga tidak berdetak.
Dokter yang sudah berpengalaman selama 25 tahun itu tidak menyerah, dia ambil alat pemijat jantung dan memasang kembali ke jantung Marrie, namun usahanya ini juga tidak membawa hasil. Ini pengalaman pertama Dokter Kennedy menemukan operasi yang cukup sulit. Tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan, Dokter Kennedy mendekati tubuh Marrie yang masih tidak bergerak di atas meja operasi dan membisikkan ke telinganya, “Marrie, ini dokter Kennedy, saya sudah melakukan apa yang bisa saya lakukan secara medikal, tetapi jantungmu juga belum berdetak. Sekarang, perintahkan jantungmu untuk berdetak.”
Dokter Kennedy mundur beberapa langkah dan menyerah, namun tidak lama setelah itu terdengar suara deg deg deg deg… jantung Marrie mulai berdetak. Dokter Kennedy dan selutuh tim yang membantunya hanya bisa melongo memandang jantung Marrie yang kembali hidup.
Prinsip yang sama juga berlaku dalam hidup kita. Kita harus memerintahkan jiwa kita untuk tenang, untuk bangkit dari keterpurukan, untuk bermimpi lagi. Waktu bisnis kelihatan turun, kita perintahkan bisnis untuk naik dan beruntung. Waktu keluarga tidak harmonis lagi, kita perintahkan jantung pernikahan untuk berdetak lagi.
Jangan menyerah sekalipun tampaknya tidak ada harapan. Perkataan kita memiki kuasa untuk menghidupkan jantung yang sudah tidak berdetak. Sekarang, perintahkan jantungmu untuk berdetak!







Syalom Pak Ludovicus Mardyono,
Ketika membaca tulisan pak berjudul “Perintahkan Jantungmu Untuk Berdetak”, dari kutipan kisah pengalaman nyata Dr. kennedy atas pasiennya saya merasa sangat diberkati dan dikuatkan. Betapa besar kekuatan sebuah ucapan. Sory tadi sore saya telah memakai ceritra ini sebagai ilustrasi khotbah di natal mahasiswa pertanian UNRI Pekanbaru. Hari ini saya perintahkan jantung harapan untuk menulis bangkit lagi. saya perintahkan jantung kemauan keras untuk menulis karya2 tulis hidup kembali. Trima kasih banyak Pak. Saya berdoa agar Tuhan memberi kesehatan dan kekuatan serta memakai pak dalam banyak menulis supaya menjadi berkat bagi banyak orang.
Pdt. Noch Moningka
Shalom Pak Moningka, suatu kehormatan jika Bapak berkenan membaca dan mengembangkan tulisan menjadi cerita di kotbah Bapak. Terima kasih untuk doa Bapak. Kami juga berdoa Bapak sekeluarga selalu baik dan terus diberikan tuntunan Tuhan (seperti Tuhan menuntun Daud) dalam pelayanan, pekerjaan, keluarga. Saya juga ingin mendapatkan dan membaca tulisan Bapak…